Didi Kempot; Oase Kebudayaan Kita

Oleh: Abdur Rouf Hanif

Didi Kempot penyanyi nyentrik asal Solo Jawa Tengah tersebut sedang menjadi buah bibir. Keviralan Didi Kempot membuatnya seolah terlahir kembali sebagai penyanyi. Di tengah remuk-redamnya genre Campur Sari atau tembang Jawa dalam dunia industri permusikan.

Didi dinobatkan oleh kawula muda sebagai “Godfather Of Broken Heart”, bapak patah hati nasional. Mengingat lirik lagunya yang kebanyakan menguras emosi bagi jiwa-jiwa patah hati. Kata netes eluh, nelongso, cidro, keronto-ronto, blenjani janji seolah menjadi diksi wajib di setiap judul lagunya. Bahkan Agus Mulyadi pemred Mojok.co mengatakan bahwa pendengar lagu Didi kempot bisa patah hati, sebelum jatuh cinta sekalipun.

Di tengah keviralan Didi kempot kembali. Terdapat hal yang menarik bagi pemerhati kebudayaan. Komitmen serta konsistensi seorang Didi Kempot dalam menyenandungkan lagu-lagu berbahasa jawa perlu diapresiasi.

Tahun 1986 ia memulai karirnya sebagai penyanyi, hingga kini tahun 2019 campur sari menjadi obat patah hati generasi milenial dari desa hingga perkotaan. Sungguh sebuah pencapaian yang membanggakan.

Menurut penulis, popularitas Didi Kempot akhir-akhir ini, tidak terlepas dari tangan dingin Agus Mulyadi dan youtubers Ghofar Hilman. Agus mempromosikan kembali om Didi melalui Mojok.co portal digital. Sedangkan Ghofar telah berhasil mengemas ngobrol bareng Didi kempot melalui channel youtube-nya.

Hingga kini Didi Kempot dan tema patah hatinya. Dibicarakan di medsos, media cetak, portal digital, radio, televisi dari yang tua hingga kawula muda.

Anak-anak muda kini, tidak lagi minder dan mengenal kembali kebudayan jawa terlebih perbendaharaan bahasa jawa. Bahkan Tembang Jawa menjadi  pilihan kawula muda di tengah krisis kebudayaan yang lebih kebarat-baratan atau kekorea-korea an. Semuanya tidak lepas dari peran musisi yang konsisten dan bangga dalam mengenalkan kebudayaan lokal. seperti laku om Didi kempot.

Penulis adalah Ketua Lakpesdam PCNU Tanggamus

Sumber Foto: https://picpublic.com/hashtag-ngobam/

redaksipetjut

Tinggalkan Balasan

Back to top