Dari Kitab Kuning Hingga Ilmu Kanuragan Membincang Perjuangan Kiai dan Santri dalam Mempertahankan Kemerdekaan

Oleh: Ahmad Muhtarom Kiai Abbas Buntet, selain menjadi salah seorang tokoh sentral NU, juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Buntet, Cirebon. Pesantren tersebut, hingga kini terus tumbuh dan berkembang. Di sana, bukan saja menggelar kitab kuning, tapi mengobarkan semangat juang. Kualitas…

Dunia Digital dalam Seni

Oleh: Syarif Shadow Dalam bukunya yang masyhur, yang terbit tahun 1994, Nicolas Negroponte, teknoevangelis  itu menulis bahwa pada awalnya pertemuan seni dan teknologi digital sama‐sama saling melemahkan satu sama lain.  Seperti merica Jalapino dalam saus Prancis.  Namun di pertemuan berikutnya…

Doa

Doa

Oleh: Nur Lodzi Hady Kang Wahab, seorang santri asal Lumajang yang tinggal di Papua berteman akrab dengan Jacobus, seorang remaja warga setempat. Meski sadar berbeda suku dan agama tapi hal tersebut tak memghalangi keduanya untuk bersahabat dekat, sering bertemu, mengobrol,…

[Part: 3] Kritik Atas Banalitas Kebohongan Manusia Era POST-TRUTH

Oleh: Trio Kurniawan Pandangan Mary Douglas tentang Kebudayaan[1] Mary Douglas merupakan salah satu antropolog yang dipengaruhi langsung oleh pemikiran Durkheim. Durkheim membagi kelompok masyarakat menjadi 2 yaitu, masyarakat primitif (solidaritas mekanis, ikatan kekeluargaan) dan masyarakat modern (solidaritas teknis, pembagian kerja).[2]…

Madzhab Jangan Nget-ngetan

Oleh: Nur Lodzi Hady Panggung dangdut sudah sangat lama menjadi tambatan hati masyarakat Indonesia, dari semua perhelatan yang mengikutsertakan partisipasi masyarakt pastilah selau ada slot alunan musik dangdut. Dari resepsi pernikahan hingga agustusan, semua berdangdut ria, pokoke  joget. Sebagai kaum…

Agama Ngobrol

Agama Ngobrol

Oleh: Abdullah Wong Mari sejenak kita ngobrol sesuatu yang tidak penting. Karena selama ini kita sudah terlalu sering ngobrol yang penting-penting, sehingga lelah karena ngobrolin hal-hal yang sangat penting, atau cukup penting. Kita sudah melupakan sesuatu yang kurang penting, apalagi…

Pasar Nabawi dan Hipermasjid

Oleh: Abdullah Wong Saya tidak tahu persis bagaimana redaksi hadis yang menyebutkan bahwa sebaik-baik tempat di muka bumi adalah masjid, sedangkan seburuk-buruk tempat adalah pasar. Tanpa bermaksud meragukan otentisitas hadis tersebut—apalagi saya jelas-jelas bukan pakar hadis—saya hanya merasa penasaran terhadap…

Manusia Desa

Manusia Desa

Oleh: Fathul H. Panatapraja Mewaktu Aku telah kembalike batas rindu yang menyeret waktuke utas rasa yang memburudan menemukan aku pada masa yang lain Senarai nama telah kuingatSekuntum riwayat telah kulihatMungkin aku telah terlambatMenyadari waktu yang terus merambat Desa adalah kepulangan…

Wasilah Titik Tengah

Oleh: Winartono Bismillah, Alhamdulillah.Allahumma Sholli ‘alaa man ismuhu Sayyiduna Muhammad ShollAllahu ‘alaihi wa sallam. Ini adalah risalah pendek yang tak sengaja saya tulis. Tak ada yang istimewa dalam perjalanan diri penulis. Malahan, soal ubudiyah masih banyak “bolong-nya”. Amma ba’du. Banyak…

Orang Madura

Orang Madura

Oleh: Sindu Dhohir Orang Madura memiliki kencenderungan berpikir logis dan ulet. Mau tahu contohnya? 1. Ketika disuruh mengukur ketinggian tiang bendera, dia naiki tiang bendera tersebut. Karena menurut dia ketinggian hanya bisa diukur dengan dinaiki. 2. Pada zaman orde baru,…

Pulang ke Rumah

Pulang ke Rumah

Oleh: Abdullah Wong Let me go homeI’m just too far from where you areI wanna come home(Home by Michael Buble) Siapa yang tak ingin pulang? Jangankan Ebiet G. Ade, burung-burung yang terbang meninggalkan sarang, atau ayam-ayam yang gelandangan di pekarangan,…

Sastra Pesantren dan Tradisi Berpuisi Kaum Santri: Menyemai dan Menebar Semangat Mahabbah dan Rindu

Oleh: Achmad Ubaidillah Saya ingin memulai pembahasan mengenai “Sastra Pesantren dan Tradisi Berpuisi Kaum Santri” ini dengan mengetengahkan sebuah kredo penting yang turut berkontribusi terhadap penelaahan sastra:    “Tidak ada karya sastra yang lahir dari ketiadaan. Mustahil pula sastra tanpa fakta….

[Part 1 : Seri Kitab] Tarjumān al-Mustafīd: Sebuah Wujud Intertekstualitas Tradisi Keilmuan Islam

Oleh: Ahmad Muhtarom Fenomena keislaman Nusantara tidak terlepas dan bahkan terkait erat dengan dunia Timur Tengah, terutama Makkah dan Madinah (Haramain). Sebagai tempat terlahirnya agama Islam, tempat dilaksanakannya ibadah haji dan kota ziarah suci. Haramain juga merupakan tempat Rasulallah SAW…

Back to top